Kenali efek samping vaksin Covid-19

Sejak munculnya virus Corona baru varian Delta membuat virus tersebut semakin mudah menular. WHO (World Health Organization) juga menetapkan bahwa varian Delta tersebut masuk ke dalam kategori varian yang mengkhawatirkan (variant of concern).  Atas dasar itulah pemerintah semakin gencar dalam melakukan proses vaksinasi demi membentuk herd imunity. Namun perlu diketahui bahwa pemberian vaksin tersebut juga menimbulkan  efek samping vaksin Covid-19.

Jenis-jenis dan efek samping vaksin Covid-19

Sampai saat ini jenis vaksin yang diberikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia sangatlah bermacam-macam. Tentunya pemberian vaksin tersebut disesuaikan dengan jumlah stok serta tingkat usia penerima vaksin. Berikut beberapa jenis vaksin yang digunakan beserta dengan efek samping yang ditimbulkan:

  1. Sinovac

Merupakan jenis vaksin pertama yang digunakan di Indonesia. Sinovac sendiri merupakan vaksin produksi China yang isinya berupa https://slotjokerliga365.com virus corona yang sudah mati. Virus yang telah dimatikan tersebut kemudian akan merangsang tubuh untuk menghasilkan antibody yang dapat menjaga tubuh dari paparan virus.

Adapun efisiensi penggunaan vaksin Sinovac dalam mencegah virus adalah sebanyak 65,3 persen. Efek samping yang ditimbulkan juga cukup ringan, mulai dari demam, terasa lelah, hingga nyeri di bagian bekas suntikan.

  • Moderna

Jenis vaksin Covid-19 selanjutnya yang digunakan adalah Moderna. Vaksin ini memiliki efikasi hingga 94,1 persen jika disuntikkan pada orang dengan usia 18-65 tahun. Dan efikasinya menjadi 86,4 persen jika disuntikkan kepada orang yang berusia diatas 65 tahun.

Karena jumlah efikasinya yang tinggi, pada  umumnya vaksin ini banyak diberikan kepada para tenaga kesehatan sebagai booster atau suntikan ketiga. Sedangkan efek samping yang ditimbulkan adalah sakit kepala, pembengkakan, nyeri, hingga rasa nyeri.

  • AstraZeneca

Berdasarkan data yang diperoleh dari WHO, vaksin produksi Inggris ini memiliki efikasi sebesar 63,09 persen. Vaksin AstraZeneca akan memicu respons imun yang terbiat dari hasil rekayasa genetika. Cairan vaksin akan masuk ke dalam tubuh yang akan sel-sel imun dan antibodi untuk melawan patogen.

Sedangkan efek samping vaksin Covid-19 yang ditimbulkan setelah penyuntikan vaksin AstraZeneca masih dalam kategori sedang. Diantaranya seperti sakit kepala, nyeri sendi atau otot, sakit kepala, gatal di area suntikan, demam hingga menggigil.

  • Pfizer

Setelah pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM akhirnya vaksin Pfizer akan digunakan di Indonesia. Vaksin buatan Amerika tersebut memiliki efikasi sebesar 100 persen jika digunakan untuk rema usia 12 sampai 15 tahun. Sedangkan untuk remaja berusia di atas 16 belas tahunmencapai 95,5 persen.

Vaksin ini diberikan sebanyak dua kali injeksi dengan jarak penyuntikan sekitar 3 minggu dari penyuntikan pertama. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan vaksin Pfizer meliputi demam, sakit kepala, perasaan lelah, sampai nyeri otot. Reaksi tersebut juga akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

  • Sinopharm

Mirip dengan Sinovac, vaksin Sinopharm juga diproduksi oleh China dan mengandung virus corona yang telah dimatikan. Adapun tingkat efikasi yang dimiliki Sinopharm mencapai 79,34 persen.

Selain itu cara kerja yang dimiliki juga sama dengan Sinovac yakni merangsang daya tahan tubuh untuk memproduksi antibodi agar kebal terhadap virus. Efek samping yang ditimbulkan meliputi diare, sakit kepala, nyeri otot, kemerahan sampai batuk. Nah itulah beberapa vaksin covid-19 yang banyak digunakan di Indonesia. Setiap jenis vaksin memang memiliki efek samping sendiri-sendiri. Namun tidak perlu khawatir karena efek samping vaksin Covid-19 tersebut hanya akan dialami beberapa hari saja dan tidak berlangsung lama.