Ketahui 4 Jenis Gagal Jantung

Gagal jantung adalah suasana terjadinya problem terhadap struktur atau faedah jantung yang sebabkan kegagalan jantung menggerakkan fungsinya untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.

Secara klinis, Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Kasih Ibu Kedonganan, Bali, dr Ni Wayan Lena Agustini M. Biomed mengatakan bahwa gagal jantung adalah sekumpulan tanda-tanda yang kompleks.

Menurut Lena, tanda-tanda khas (tipikal) gagal jantung antara lain sesak napas pas istirahat atau aktivitas, cepat lelah, dan pembengkakan terhadap pergelangan kaki.

Sedangkan tanda-tanda yang tidak khas seperti batuk terhadap malam atau dini hari, berat badan jadi tambah > dua kilogram (kg) per minggu, berat badan turun (yang umumnya berlangsung terhadap penderita gagal jantung stadium lanjut), kembung (begah), nafsu makan menurun, berdebar atau pingsan.

Gejala utama gagal jantung adalah sesak napas dan rasa capek selama hari. Penyakit ini termasuk sanggup sebabkan pasokan link alternatif liga365 darah ke ginjal menjadi lebih sedikit, sehingga berlangsung penumpukan cairan di tubuh penderitanya yang ditandai dengan:

– Pembengkakan terhadap kaki (termasuk pergelangan kaki) dan perut

– Kenaikan berat badan

– Frekuensi buang air kecil yang meningkat terhadap malam hari

Lebih lanjut Lena mengatakan bahwa penyakit jantung sanggup termasuk disebabkan style hidup yang keliru seperti merokok, minum alkohol, kafein berlebih, dan konsumsi makanan berkolesterol tinggi.

Dia termasuk mengatakan bahwa dari beberapa situasi yang memicu terjadinya gagal jantung adalah sebagai berikut :

-Jantung Koroner

– Aritmia atau problem ritme jantung.

– Kardiomiopati atau problem otot jantung.

– Kerusakan terhadap katup jantung.

– Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

– Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang amat aktif.

– Anemia atau kekurangan sel darah merah.

– Miokarditis atau radang otot jantung.

– Cacat jantung sejak lahir.

– Diabetes.

Empat Jenis Gagal Jantung

1. Gagal jantung kiri (gangguan terhadap bilik kiri (ventrikel kiri) jantung yang tidak sanggup memompa darah bersama dengan baik ke seluruh tubuh sebabkan tubuh kekurangan darah yang memiliki kandungan oksigen).

2. Gagal jantung kanan (kerusakan terhadap bilik kanan (ventrikel kanan) jantung yang sebabkan proses pengambilan oksigen di dalam paru-paru oleh darah tidak berlangsung bersama dengan baik)

3. Gagal jantung sistolik (dimana otot jantung tidak mampu bekerja dengan baik baik sehingga proses penyaluran darah yang memiliki kandungan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu).

4. Gagal jantung diastolik (jantung susah terisi darah akibat kekakuan terhadap otot organ tersebut).

Selain itu gagal jantung termasuk sanggup diklasifikasikan berdasarkan kelainan strukturalnya dan berdasarkan tanda-tanda yang terkait bersama dengan kapasitas fungsional nya.

Berdasarkan kelainan struktural, gagal jantung sanggup diklasifikasikan menjadi 4 stadium yaitu:

– Stadium A (kondisi seseorang sudah mempunyai risiko untuk mengalami gagal jantung namun belum ada kelainan struktural atau fungsional terhadap jantung).

– Stadium B (kondisi sudah ada kelainan terhadap struktur jantung namun pasien belum tunjukkan terdapatnya tanda-tanda gagal jantung).

– Stadium C (pasien bersama dengan gagal jantung bersama dengan tanda-tanda khas terjalin bersama dengan penyakit struktural yang mendasari).

– Stadium D (penyakit jantung struktural lanjut dan juga suasana keluhan gagal jantung tetap terlihat pas istirahat meskipun sudah memperoleh terapi farmakologi maksimal).

Bila berdasarkan kapasitas fungsional dibagi termasuk menjadi fungsional kelas I, II, III, dan IV itu artinya makin lama berat keluhan pasien sehingga makin lama terbatas kegiatan yang sanggup dikerjakan oleh pasien makin lama tinggi fungsional kelas pasien.

“Selain sebab style hidup, penyakit jantung termasuk ada yang disebabkan sebab genetik atau keturunan. Maka berasal dari itu, penting termasuk untuk melakukan pemeriksaan secara dini,” katanya.