Manfaat Butterfly Hug untuk Covid 19

Covid 19 sangat berdampak pada ekonomi. Akan tetapi bukan hanya ekonomi. Masih banyak lagi dampak lain yang terjadi pada seseorang yang disebabkan karena Covid 19. Salah satunya adalah dampak pada psikologi seseorang. Dampak psikologis akibat Covid 19 ini bisa berupa kecemasan, rasa takut dan rasa panik.

Dampak ini sangat nyata akan tetapi tidak banyak yang sadar bahwa dirinya sedang mengalami krisis berupa dampak psikologi ini. Nah, untuk mengatasi kecemasan yang disebabkan karena Covid 19 ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah butterfly hug untuk Covid 19

Tentang butterfly hug untuk Covid 19

Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu teknik yang bisa digunakan untuk membantu mengurangi dampak psikologis dari Covid 19 adalah butterfly hug. Bagi penggemar drama Korea, istilah butterfly hug dan penerapannya memang sudah tidak asing. Hal ini disebabkan karena teknik di bidang psikologi ini pernah muncul dalam salah satu scene ikonik dalam sebuah drama Korea.

Praktik butterfly hug ini pada dasarnya adalah sebuah teknik di mana kita melakukan self hug di mana telapak tangan kanan akan bertumpu https://slotjokerliga365.com pada bahu kiri dan telapak tangan kiri bertumpu pada bahu kanan. Teknik ini diklaim bisa digunakan untuk membantu membuat mengurangi rasa cemas yang terjadi pada seseorang.

·         Pengenalan metode butterfly hug

Metode butterfly hug merupakan metode yang pertama kali dicoba di tahun 1998. Teknik ini merupakan teknik yang ditemukan oleh Lucina Artigas dan juga Ignacio Jarero. Teknik ini dipraktikkan pada korban bencana yang terjadi di Meksiko pada tahun tersebut.

Pada saat teknik ini dipraktikkan, ada cukup banyak dampak positif yang muncul pada mereka yang mempraktikkannya. Yaitu berkurangnya kecemasan dan kepanikan pada mereka para korban bencana. Dengan adanya bukti hasil ini akhirnya teknik butterfly hug akhirnya dimasukkan secara resmi sebagai salah satu praktik dalam dunia psikologis.

·         Cara kerja butterfly hug

Butterfly hug dapat membantu mengurangi efek dari kecemasan karena bisa memberikan stimulasi untuk menenangkan diri dari perasaan yang sifatnya negatif seperti rasa cemas, rasa sedih dan juga perasaan negatif lainnya. Bukan hanya diterapkan pada penderita kecemasan yang biasa, ternyata butterfly hug juga sudah di aplikasikan dalam melakukan treatment pad penderita PSTD.

Butterfly hug juga banyak digunakan untuk mengatasi stres pada seseorang yang pernah mengalami trauma mendalam. Awal dari kemunculan teknik butterfly hug ini adalah ketika melihat bahwa pelukan dari orang tua dapat membantu anak-anak merasa lebih tenang ketika mereka mengalami stres, takur dan perasan negatif lainnya.

·         Efek lain dari butterfly hug

Selain dapat membantu mengurangi rasa stres, rasa takut, rasa cemas dan perasaan negatif lain, butterfly hug ternyata juga bisa digunakan untuk membantu meningkatkan self esteem atau kepercayaan diri. Butterfly hug terbukti dapat membantu meningkatkan rasa bahwa seseorang lebih berharga sehingga dapat membuat seseorang merasa lebih kuat dalam menghadapi permasalahan kehidupannya.

·         Cara melakukan butterfly hug

Jika Kamu juga ingin menggunakan teknik ini, Kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini :

  • Posisikan diri dalam kondisi yang nyaman,
  • Buat tubuh merasa rileks
  • Angkat kedua tangan di depan dada dengan posisi menyilang
  • Posisikan ujung jadi tangan kanan dan kiri di pundak depan
  • Setelah itu tepuk-tepuk dan atur nafas dengan cara bergantian seperti kepak sayap kupu-kupu
  • Lakukan hingga merasa tenang

Selain melakukan hal-hal ini, buat kalimat positif seperti “semuanya akan baik-baik saja” dan hal lain seusia dengan kondisi. Jika butterfly hug untuk Covid 19, kamu bisa menggunakan kata “semuanya akan segera membaik” atau apapun disesuaikan dengan kondisi kamu.

Dibalik Rasanya yang Super Lezat, Ternyata ini 5 Bahaya Mie Instan yang Mengintai

Mie instan adalah salah satu makanan yang memiliki cita rasa sempurna di lidah. Akan tetapi, di balik kelezatannya yang luar biasa ini nyatanya mengandung bahaya yang mengincar nyawa kamu loh. Ya, bahaya mie instan selalu mengintai apalagi jika kamu makan dengan berlebihan dan tidak diimbangi dengan melakukan pola hidup sehat.

Bahaya Mie Instan yang Harus Diketahui

Ya, mie instan yang harganya murah dan enak ini ternyata mengandung zat-zat yang memicu berbagai penyakit berbahaya. Penasaran dengan apa saja bahayanya? Lihat penjelasan selengkapnya hanya di bawah ini:

  1. Bisa Menyebabkan Naiknya Tekanan Darah

Bahaya mie instan yang paling terlihat adalah bisa menaikkan tekanan darah. Ya, bumbu mie instan itu mengandung natrium yang super tinggi. Tidak percaya? Silakan kamu ambil satu kemasan mie dan lihat kandungan natriumnya.

Jika angkanya kecil, coba lihat lagi berapa standar penyajiannya, jangan-jangan angka natrium di sana hanya untuk setengah atau bahkan seperempat porsi saja.

Natrium telah terbukti bisa meningkatkan tekanan darah dan komplikasinya adalah merusakkan pembuluh darah hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Untuk normalnya, manusia hanya boleh mengonsumsi natrium sekitar 5 hingga 6 gram saja. Hitung juga garam yang kamu gunakan untuk makan selain dari mie instan.

  • Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Masih berkaitan dengan kemampuan natrium dalam menaikkan tekanan darah, jika hal ini terus terjadi maka penyakit jantung bisa terjadi. Selain https://slotjokerliga365.com natrium yang ada pada mie instan, nyatanya MSG atau Monosodium Glutamate yang dapat menguatkan rasa enak itu juga mendukung risiko kerusakan jantung.

Oleh karena itu, bagi para penderita hipertensi dan gagal jantung kongesitif  tidak diperkenankan makan mie instan. Sebab, mengonsumsinya bisa meningkatkan keparahan penyakit.

  • Dapat Menyebabkan Masalah Pencernaan yang Serius

Kamu harus tahu bahwa mie instan yang dijual dalam kemasan itu telah melalui pengolahan yang cukup panjang hingga mengering. Hal ini membuat mie tersebut menjadi tidak mudah dicerna oleh tubuh. Akhirnya, masalah pencernaan bisa muncul dan akan mengganggu aktivitas. Belum lagi jika kamu konsumsi mie instan yang pedas maka akan mudah merusak lambung.

  • Dapat Menyebabkan Gangguan Fungsi Ginjal

Nyatanya natrium yang ada pada mie instan inilah yang berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit tak terkecuali pada ginjal. Jumlah natrium yang terlalu tinggi akan membuat kerja ginjal terhambat dan terganggu. Akhirnya muncul penumpukan cairan dalam tubuh yang biasanya ditandai dengan kaki bengkak, bahkan muncul penumpukan cairan di jantung dan paru-paru.

  • Dapat Menyebabkan Obesitas

Selain dari natrium, secara umum dalam satu bungkus mie instan ini mengandung kalori yang sangat tinggi. Jadi, jika tidak diimbangi dengan olahraga atau diet yang lain maka bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Nah, jika berat badan terus naik akibat konsumsi mie instan berlebih maka efeknya adalah obesitas.

Lalu, apakah kita tak boleh makan mie instan? Boleh saja, kamu bisa menyiasatinya dengan masak mie instan hingga matang sempurna, menggabungkannya dengan sayuran, menggunakan bumbu setengah, tidak menggunakan minyak, atau mengurangi porsinya. Yang terpenting dalam makan mie instan adalah kamu mengetahui kebutuhan tubuh sekaligus mengerti informasi nilai gizi yang biasanya terdapat di kemasan. Setelah mengetahui bahaya mie instan di atas, sebaiknya kamu lebih hati-hati lagi dalam memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh ya!