Kandungan dan Jenis Sarapan Sehat Penderita Stroke

Pemulihan pasien stroke selain dari terapi fisik juga membutuhkan makanan. Inilah jenis sarapan sehat penderita stroke untuk pemulihan, pembuluh, memperkuat otot, darah jantung dan otak.

Asupan gizi penting bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung,bisa memberikan dampak baik untuk pemulihan stroke maupun kesehatan setelah seseorang terkena stroke. Sementara beberapa orang yang sedang pemulihan  dari stroke mungkin harus mengikuti pedoman diet sehat. Namun, memilih sarapan sehat penderita stroke dapat membantu pemulihan dan pencegahan.

Stroke adalah kerusakan yang terjadi pada bagian otak jika pembuluh darah yang membawa zat – zat gizi dan oksigen ke bagian otak terhambat (infark) atau pecah. Akibatnya, dapat menyebabkan beberapa kelainan yang berkaitan dengan kemampuan pasien untuk makan, seperti sulit menelan atau dysphagia dan ketidakmampuan makan sendiri karena factor parese (kelumpuhan).

Stroke juga dapat memengaruhi perilaku makan pasien lewat perubahan kognitif termasuk gangguan sensori. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan status gizi pada pasien stroke. Untuk mencegah penurunan status gizi dan mencapai gizi yang optimal, diperlukan penatalaksanaan asupan gizi sarapan sehat penderita stroke.

Berikut adalah kandungan sarapan sehat penderita stroke yang diperhatikan

  • Serat larut yang banyak terdapat dalam biji-bijian
  • Oat (beta glucan) akan menurunkan LDL-C  dan total kolesterol.
  • Kacang kedelai beserta produk olahannya dapat menurunkan kolestrol total, LDL-C dan trigliserida
  • Kacang-kacangan lain termasuk biji kenari dan kacang mete dapat menurunkan LDL-C
  • Makanan / zat gizi yang dapat memecah homocystein seperti asam folat, riboflavin, vitamin B6 dan B12
  • Susu kedelai, susu skim dan kalsium mempunyai efek protektif pada stroke

Berikut adalah beragam jenis bahan makanan yang disarankan dan untuk sarapan sehat penderita stroke:

  1. Sumber Karbohidrat

Beras, kentang, ubi, singkong, terigu, hunkwe,tapioka, sagu,gula,madu, serta produk olahan yang tidak ada garam dapur seperti mie, makaroni, bihun,roti,biskuit, kue kering

2. Sumber Protein Hewani

Ayam tak berlemak dan daging sapi, telur ayam (terutama bag putihnya), dan susu penuh dalam jumlah terbatas.

3. Sumber Protein Nabati

Semua kacang-kacangan dan produk olahan yang dibuat dengan garam dapur, dalam jumlah terbatas

4. Sayuran

Sayuran berserat seperti bayam, kangkung, kacang panjang, labu siam, tomat, taoge, wortel

5. Buah-buahan

Buah segar yang dibuat jus : jeruk, mangga, nenas, jambu biji (tanpa pengawet)

6. Bumbu masakan

Bumbu yang tidak tajam: garam (terbatas), gula, bawang merah, bawang putih, jahe, laos, asem, kayu manis, dan pala

Terkadang setelah terkena stroke, pasien membutuhkan konsistensi makanan tidak sama. Banyak orang yang mengalami kesulitan menelan atau mengunyah setelah terkena stroke. Kemungkinan mereka  membutuhkan makanan cairan yang lebih lembut dan banyak cairan yang lebih tebal.

Diet memiliki memiliki fungsi untuk menurunkan atau meningkatkan penyebab risiko stroke dan dapat memudahkan kemampuan tubuh seseorang untuk sembuh kembali setelah serangan stroke. 

Disamping itu, suplemen atau vitamin tertentu juga dapat membantu tubuh dan otak pasien sembuh setelah terserang stroke. Konsultasikan kepada dokter sebelum melakukan suatu diet tertentu atau mengkonsumsi suplemen vitamin.

Stroke dapat dicegah sedini mungkin dengan cara menjalani pola hidup yang sehat. Pencegahan primer stroke diantaranya menghindari dan berhenti merokok, menghindari stress mental, menghindari alkohol, tidak mengonsumsi garam secara berlebihan, dan menghindari kegemukan.

Pada para penderita penyakit degeneratif contohnya seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung dll,sebaiknya mengendalikan penyakit tersebut supaya tidak berdampak terkena stroke. Salah satu pencegahan stroke yang lain adalah menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Tentunya pola makan yang sehat juga harus disetarakan dengan aktivitas fisik secara rutin.