Hormon Dopamin Bagi Kesehatan dan Tanda Kekurangan

Mood yang dialami manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai jenis hormon. Perasaan berkurangnya bersemangat dalam melakukan kegiatan seharian ternyata pertanda dari kekurangan hormon tertentu. Apabila Anda sudah mencoba tidur dalam jumlah yang cukup, tetapi tetap kurang bersemangat. Hal ini bisa menjadi menjadi tanda hormon dopamin.

Lho kok bisa sampai buat mood kita tidak cerah? Tentu saja bisa sangat berpengaruh dan terdapat tanda-tanda kekurangannya. Kenali gejala untuk bisa memastikan apa tubuh sedang kekurangan atau tidak. Anda juga bisa menjadi lebih memahami hormon ini dengan membaca sampai selesai.

Informasi Seputar Hormon Dopamin

Dopamin merupakan senyawa yang memberikan sinyal pada neurotransmitter ataupun  syaraf. Fungsinya sangat berhubungan dengan pengaturan gerakan, mood dan daya ingat. Jumlah yang cukup mpo88 di dalam tubuh dapat membawa perasaan termotivasi, senang dan puas. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit depresi maupun Parkinson dalam jangka panjang.

  1. Beberapa Tanda Kekurangan

Memahami gejala dari kekurangan hormon ini bisa membantu Anda mengatasinya. Beberapa tanda gejala yang sering dialami pada penderitanya adalah rasa lelah yang berkepanjangan dan tidak bersemangat melakukan aktivitas.

Gejala selanjutnya yang bisa menyerang adalah kaku otot maupun kram otot. Ketika ingin beristirahat dapat mengalami gangguan juga. Orang-orang dengan kekurangan hormon ini juga mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Tanda-tanda lain yang bisa menyerang juga berupa perasaan sedih yang berkepanjangan. Suasana hati yang tak kunjung membaik dapat berakhir menjadi depresi. Berdasarkan Halodoc, bisa juga menimbulkan tanda-tanda seperti ingin membunuh diri. Ada juga beberapa orang yang sempat mengalami kesulitan dalam menelan, sembelit terus-menerus, dan berkurangnya libido.

Setiap pasien yang mengalami gejala akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Pada umumnya dokter juga akan bertanya mengenai gaya hidup pasien. Apakah gaya hidup masuk kategori healthy style atau gaya hidup yang buruk. Bagaimanapun gaya hidup akan mempengaruhi dengan kekurangan hormon ini.

  • Beberapa Penyebabnya

Dikutip dari Halodoc atau Hello Sehat bahwa penyebab berkurangnya dopamine adalah kesalahan penggunaan obat. Bisa juga pengaruh penyakit genetik langka sehingga proses menanganinya akan lebih susah. Jika terdapat orang tua atau keluarga yang menderita penyakit langka ini, maka terdapat genetik yang dapat diturunkan.

Faktor lain dari penyakit langka itu adalah mutasi gen SLC6A3. Orang yang memiliki mutasi gen tersebut memiliki kemungkinan mengalami gangguan dari otak. Dopamin yang dihasilkan oleh otak tidak dapat beredar dengan baik ke seluruh tubuh. Padahal terdapat bagian tubuh yang akan memerlukannya.

Selain itu penyebab juga bisa berasal dari gaya hidup tak sehat. Mengkonsumsi makanan junk food, tidur larut malam, dan tidak senang berolahraga. Semua kebiasaan buruk tersebut dapat memacu munculnya kekurangan hormon ini.

  • Cara Mengatasi

Anda yang mengalami semua gejala yang sudah disebutkan maka perlu segera mengatasinya. Dilansir dari Alodokter, ada banyak langkah yang bisa Anda lakukan agar bisa sembuh. Langkah pertama adalah mencoba mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan dopamine tinggi. Contoh makanan dengan kandungan tersebut yakni apel, bayam, tomat, terong, dan pisang.

Anda juga bisa mencoba untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein. Misalkan saja daging, kacang-kacang, susu, dan telur. Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mengkonsumsi probiotik. Banyak bakteri baik yang ada di dalam probiotik sehingga bisa melancarkan sistem pencernaan. Sedangkan hal yang perlu dihindari adalah mengkonsumsi terlalu banyak makanan berlemak jenuh. Selain itu pasien yang mengalami gejala juga perlu untuk beristirahat yang cukup.