Gejala Kekurangan Zat Besi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tubuh lemas dan tidak berenergi untuk melakukan aktivitas bisa menjadi pertanda kekurangan zat besi. Penyakit defisiensi zat besi disebut anemia. Orang yang mengalami anemia berarti sedang mengalami penurunan kadar hemoglobin. Sedangkan hemoglobin sendiri bertugas membawa oksigen dan mengedarkan ke seluruh tubuh.

Sebagian besar orang yang mengalami anemia berasal dari kalangan perempuan. Perempuan mengalami menstruasi secara reguler yang membuatnya kehilangan banyak darah. Untuk bisa memahami lebih jelas tentang penyakit ini maka Anda bisa menyimaknya sampai selesai.

Informasi Seputar Kekurangan Zat Besi

Dalam artikel kali ini akan menjelaskan tentang informasi penyebab, gejala, dan cara mengatasi anemia. Semua aktivitas dapat dilakukan ketika tubuh sehat. Langsung saja kita ulas mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasi anemia.

  1. Penyebab Anemia

Penyebab paling utama dari seseorang mengalami anemia adalah konsumsi makanan yang kurang mengandung zat besi. Hal ini terjadi berulang kali dan dalam jangka panjang mpo88 sehingga tubuh mengalami kesulitan memproduksi hemoglobin. Setiap perempuan di usia muda perlu mengkonsumsi zat besi berkecukupan.

Beberapa sumber makanan yang dapat mencegah anemia adalah telur, daging, dan sayuran hijau. Semua jenis makanan tersebut mengandung zat besi tinggi yang merupakan bahan baku pembuat hemoglobin. Penyebab kedua dari anemia pada perempuan adalah siklus menstruasi bulanan. Tak heran kalau jarang sekali laki-laki mengalami anemia.

Perempuan yang sedang mens biasanya kehilangan darah sebanyak 2 – 3 sdm. Hal ini berlangsung terus menerus selama 7 hari. Dalam beberapa kasus ada juga perempuan yang mengalami mens lebih dari seminggu. Perempuan yang mengalami mens lebih dari seminggu semakin rentan mengalami anemia.

2. Gejala Kekurangan Zat Besi

Gejala parah dari orang anemia adalah sering mengalami kelelahan yang parah. Dilansir dari Health Kompas, kelelahan ekstrim terjadi akibat tubuh kekurangan oksigen. Alhasil jantung terpaksa bekerja lebih keras daripada orang sehat guna memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Pertanda kedua yang dialami orang anemia adalah kulit tampak puncak. Kulit berubah pucat bisa terlihat terutama di kelopak mata bagian bawah. Pada orang anemia warna dari kelopak mata bagian bawah akan berwarna lebih putih. Orang normal memiliki kelopak mata bagian bawah yang berwarna lebih merah karena terdapat aliran peredaran darah darah yang normal.

Tanda-tanda selanjutnya dari orang anemia yakni mengalami sesak napas. Sel darah merah memiliki tugas mengalirkan oksigen. Pengaliran oksigennya terjadi di seluruh tubuh dan anemia bisa membuat aliran darah ke otot terganggu alirannya.

Alhasil otot yang berada di paru-paru perlu bergerak lebih cepat untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh. Gerakan cepat dari otot pada bagian pernapasan inilah yang menyebabkan orang anemia mengalami sesak napas.

3. Cara Mengatasi Anemia

Setiap orang yang mengalami anemia perlu berusaha menyembuhkan diri. Terdapat banyak cara yang dapat digunakan guna menunjang proses kesembuhan. Jika sudah terlanjur anemia maka usahakan makan suplemen zat besi. Minum secara rutin suplemen penambah darah dapat memperbaiki produksi hemoglobin.

Perempuan juga disarankan untuk selalu mengkonsumsi suplemen penambah darah selama masa menstruasi. Usahakan juga untuk mengkonsumsi makanan kaya akan zat besi, seperti daging merah, makanan laut, telur, dan lain-lain. Makanan kacang-kacangan juga dapat membantu proses regenerasi sel darah merah. Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan guna memerangi anemia adalah mengkonsumsi buah yang kaya vitamin C. Vitamin C akan membantu proses penyerapan zat besi sehingga tubuh lebih cepat dalam memproduksi hemoglobin. Apabila anemia yang dialami sudah parah disarankan mengkonsumsi vitamin C sekaligus suplemen penambah darah.

BEDA ANEMIA DAN DARAH RENDAH

Bila kamu belum tahu tentang beda anemia dan darah rendah kamu bisa membaca ulasan ini untuk mengetahuinya. Ada banyak gejala yang bisa menandakan kalau kamu sedang mengalami anemia ataupun darah rendah.

Penyakit ini biasanya akan ditandai dengan pusing, tubuh menjadi lemas dan juga kulit menjadi lebih pucat dari biasanya. Beda anemia dan darah rendah ini beda juga cara penangannya. Walaupun kedua penyakit ini memiliki gejala awal yang sama.

Beda Anemia Dan Darah Rendah Yang Paling Sering Dialami

1. Tekanan darah rendah atau yang sering disebut dengan hipontensi ini adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi. Juga bisa disebabkan mpo88 karena sedang hamil, mengkonsumsi obat – obatan tertentu, pendarahan, menderita sakit jantung, diabetes, dan gangguan hormone karena teroid.

Berikut ini beberapa gejala yang seting dialami penderita tekanan darah rendah antara lain :

– Sering merasa pusing

                – Terkadang pandangan sedikit kabur

                – Tubuh merasa lemas dan lesu

                – Kulit tubuh dingin dan sedikit pucat

                – Sering kali saat bernafas terasa pendek dan juga terasa cepat

                – Saat diraba denyut nadi berdenyut lebih cepat tetapi lemah

                – Bila sangat lemas bisa sampai pingsan

 2. Anemia atau kurang darah ini terjadi saat tubuh kekurangan hemoglobin dan juga bisa disebabkan karena kurangnya asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Bila tubuh kamu kekurangan hemoglobin ini bisa menghambat pasokan oksigen ke seluruh tubuh.

Berikut ini gelala yang sering di alami oleh penderita anemia atau kekurangan darah, antara lain :

                –  Juga sering merasa pusing

                – Kepala terkadang terasa sakit secara mendadak

                – Badan menjadi lemas

                – Kulit tubuh menjadi pucat bahkan sampai berwarna kekuningan

                – Bagian kaki dan tangan terasa dingin

                – Bila berkelanjutan membuat sesak nafas

                – Detak pada jantung menjadi semakin cepat dari biasanya

                – Muncul rasa nyeri di bagian dada terkadang tembus sampai bagain punggung

                – Muncul gejala tinnitus atau adanya suara berdengung di dalam telingga

Demikian ulasan tentang beda anemia dan darah rendah yang umum terjadi. Memang ada gejala yang sangat mirip antara kedua penyakit ini. Oleh sebab itu kamu yang memiliki keluhan – keluahan di atas segera mungkin untuk konsultasi ke dokter agar diberikan resep obat untuk menangunglanginya.

Jika perlu kamu juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosis tentang keluhan yang sedang terjadi. Nantinya dokter juga akan mengetahui berapa kadar sel darah merah dan kadar hemoglobin pasien.

Bila hasil sudah keluar nanti dokter akan memberikan pengobatan yang tepat. Terkadang ada anemia yang di sebabkan karena kurang hormone eritropoetin yang dihasilkan oleh ginjal maka dokter juga akan memberikan suntikan eritropoetin kepada pasiennya.

Setiap tekanan darah pasein juga berbeda – beda maka dokter juga akan memeriksanya menggunakan alat sphygmomanometer. Alat ini juga bisa memberikan angka yang bisa membantu pemeriksaan hasil tekanan darah pasien.

Bila tidak mengkhawatirkan dokter akan memberikan resep untuk menyetabilkan tekanan darahnya saja. Dokter juga menyarankan untuk cukup istirahat dan juga di anjurkan untuk mengkonsumsi air putih yang banyak sesuai kebutuhan. Disarankan untuk meningkatkan konsumsi garam tapi harus dengan jumlah yang wajar saja. Tetap rajin olah raga walaupun sebentar. Semoga ulasan tentang beda anemia dan darah rendah ini bermanfaat.