Menurut BPOM Berikut Cara Membuang Obat yang Benar

Sejauh ini, masih saja ada  orang-orang yang meninggalkan atau membiarkan obat yang sudah kadaluarsa dengan cara sembarangan di saluran air ataupun tempat sampah. Meskipun obat yang dibuang secara sembarangan dapat meracuni sekitaran lingkungan dan beresikko disalah manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab sebagai ramuan pembuatan obat ilegal. Berikut cara membuang obat yang benar di rumah menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM):

Cara membuang obat tablet, pil, puyer, salep, dan krim

Langkah-langkah membuang obat bersama tekstur padat bersama sampah rumah tangga, yakni:

1.Keluarkan obat berasal dari bungkusnya.

2.Hancurkan obat sehingga bentuknya tidak utuh Campurkan obat bersama ampas kopi, tanah, atau bahan lainnya.

3.Tujuannya, sehingga tidak dikonsumsi anak-anak, hewan peliharaan, atau dipungut pemulung.

4.Simpan obat yang telah dicampur bersama bahan lain ke di dalam wadah yang mampu ditutup dan tidak tumpah. Misalkan botol plastik bekas, kaleng, atau wadah lainnya Buang wadah memuat campuran obat dan telah tertutup rapat ke tempat sampah di rumah.

5.Buang wadah memuat campuran obat dan telah tertutup rapat ke tempat sampah di rumah.

Cara membuang obat sirup dan cairan

Untuk membuang obat bersama tekstur cair seperti sirup, berikut langkah-langkahnya:

1. Periksa endapan di bawah botol kemasan obat, apabila ada endapan atau obat telah mengental, tambahkan sedikit air dan kocok sampai endapan larut

2. Tuang larutan cairan obat ke di dalam plastik

3. Tambahkan ampas kopi, tanah, atau bahan kotor lainnya ke di dalam larutan obat berikut Tuang campuran obat ke wadah plastik yang ada tutupnya, selanjutnya tutup sampai rapat.

4. Buang kemasan memuat campuran obat ke tempat sampah.

Cara membuang obat antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk menanggulangi infeksi bakteri. Obat ini tak boleh dibuang sembarangan. Saat dibuang ke saluran pembuangan air atau ditimbun ke di dalam tanah, obat ini mampu mencemari lingkungan sekitar, terhitung sumber air minum dan diserap tanaman yang tumbuh.

Apabila air minum dan tanaman yang tercemar antibiotik dikonsumsi, orang berikut mampu mengalami resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik judi slot sebabkan bakteri kebal obat. Kondisi ini sebabkan orang yang sudah tahan dengan antibiotik jadi tidak mudah disembuhkan jika terserang infeksi bakteri.

Bila terus menerus terkena infeksi, dampaknya mampu fatal. Cara membuang obat antibiotik ikuti beberapa langkah membuang obat tablet, pil, puyer, salep, dan krim yang telah dijabarkan di atas.

Cara membuang obat sejenis inhaler ataupun aerosol

Obat sejenis inhaler ataupun aerosol biasanya diberikan untuk penderita masalah pernapasan.

Cara membuang obat sejenis inhaler ataupun aerosol dengan benar yakni:

1. Jika kemasan telah amat kosong, wadah inhaler mampu dibuang segera ke tempat sampah. Jangan melubangi atau menyebabkan kerusakan kemasan dikarenakan mampu meledak

2. Jika masih ada sisa obat inhaler atau aeroso, kirim obat bekas ini ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik sehingga mampu dibuang bersama limbah medis secara aman.

Cara membuang obat kanker

Obat kanker terhitung obat keras yang mampu menyebabkan kerusakan sel berbahaya maupun sel sehat. Jika ada sisa obat, berikut cara membuangnya:

Kumpulkan obat kanker yang telah tidak dikonsumsi ke di dalam wadah tertutup Kirim obat kanker bekas berikut ke rumah sakit sehingga mampu dibuang bersama limbah medis secara safe

Setelah memperhatikan penjelasan banyak ragam cara membuang obat bersama benar menurut BPOM di atas, pastikan Anda tidak membuang sisa obat secara asal-asalan lagi.

Hindari membuang obat tanpa beberapa langkah di atas di tempat sampah atau saluran pembuangan.  Selain itu, jangan pernah mencoba untuk membakar obat di area atau tempat terbuka, seperti lubang pembuangan sampah di tanah  atau bak sampah , dikarenakan mampu memicu munculnya zat berbahaya.

Sumber https://health.kompas.com