Beberapa Rutinitas Jelek yang Bisa Merusak Jantung

Ada beberapa rutinitas jelek yang dapat merusak jantung. Semua orang pastinya menginginkan terus memiliki jantungnya yang sehat. Tapi pada kenyataannya, persoalan penyakit jantung masih jadi hantu di sejumlah negara.

Kabar baiknya adalah bahwa beberapa rutinitas sederhana sehari-hari dapat membuat perbedaan besar di dalam mencegah terjadinya problem pada organ vital ini. Berikut ini adalah rutinitas jelek yang dapat merusak jantung dan langkah menghindarinya:

1. Menonton televisi

Dilansir dari Health, duduk berjam-jam dapat menaikkan risiko serangan jantung dan stroke, apalagi kalau Anda berolahraga secara teratur. “Olahraga intermiten (tempo pendek) tidak mengimbangi saat Anda duduk,” ungkap Harmony R. Reynolds, MD sebagai direktur asosiasi yang bertugas di Pusat Penelitian Klinis Kardiovaskular yang bertempat pada NYU Langone Medical Center, di New York City. Mengapa dapat demikian? Pasalnya, kurangnya gerakan dapat mempengaruhi persentase lemak dan gula darah. Dr. Reynolds menyarankan Anda untuk berjalan-jalan secara berkala. Jika Anda perlu bekerja di tempat duduk di dalam saat lama, coba ambil saat secara berkala untuk berdiri dan berlangsung di sekitaran.

2. Membiarkan kebencian dan depresi tidak terkendali

Apakah Anda jadi stres, punya kebencian, atau mengalami depresi? Ketahuilah bahwa suasana ini dapat membebani jantung Anda. Meskipun setiap orang kadangkala merasakan perihal ini, langkah Anda menangani emosi ini dapat mempengaruhi kebugaran jantung Anda. “Mereka yang condong menginternalisasi stres berada di dalam bahaya situs judi online yang lebih besar. Penelitian sudah tunjukkan fungsi dari tawa dan pemberian sosial,” kata Dr. Reynolds. Dia sangat percaya berbincang bersama keluarga, kawan terdekat, atau psikolog akan terlampau dapat menunjang di dalam menangani stres, persoalan kebencian, maupun depresi.

3. Mengabaikan dengkuran

Lebih dari problem kecil, mendengkur dapat jadi isyarat sesuatu yang lebih serius, seperti sleep apnea obstruktif. Gangguan yang ditandai bersama pernapasan terganggu saat tidur ini dapat membuat tekanan darah naik signifikan.

Sleep apnea diketahui merupakan suasana yang dapat menaikkan risiko penyakit jantung. Bagi mereka yang memiliki berat badan yg kelebihan atau pun obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami sleep apnea ini. Jika Anda mendengkur dan kerap terbangun bersama perasaan lelah, sebaiknya langsung bicarakan bersama dokter Anda. “Ada beberapa langkah enteng yang dapat disarankan dokter untuk menunjang Anda mengendalikan sleep apnea,” kata Robert Ostfeld, MD, pakar jantung dan direktur kardiologi preventif di Montefiore Health System, di New York City.

4. Tidak jalankan flossing

Ada pertalian kuat antara penyakit jantung dan penyakit gusi. Bila Anda tidak menerapkan flossing ( menggunakan benang untuk membersihkan gigi ), plak yang lengket dan sarat bakteri dapat menumpuk bersamaan waktu. Kondisi ini pada giliranya dapat membuat penyakit gusi. Alasanya adalah bahwa bakteri ini dapat membuat peradangan di dalam tubuh. “Peradangan yang memasarkan semua segi dari aterosklerosis,” ungkap Dr. Ostfeld. Di segi lain, dapat menyembuhkan penyakit pada gusi juga dapat menaikkan fungsi pembuluh darah.

5. Menarik diri dari dunia luar

Adalah perihal yang normal pada hari-hari tertentu, manusia lain dapat terlihat menyebalkan atau suasana luar jadi begitu memuakkan, sehingga membuat kami menginginkan mengasingkan diri. Setiap orang sebenarnya pada dasarnya perlu saat sendiri. Tetapi, Anda sebaiknya selamanya perlu menjangkau orang lain dan selamanya terkait kapan pun Anda bisa. Orang-orang bersama pertalian yang lebih kuat bersama keluarga, teman, dan penduduk pada kebanyakan condong hidup lebih lama dan lebih sehat.

6. Olahraga berlebihan

Olahraga teratur bersama intensitas tinggi dapat berbahaya bagi tubuh dikarenakan menaikkan risiko terkena kardiotoksisitas. kardiotoksisitas adalah suasana saat berlangsung rusaknya pada otot jantung karena pelepasan senyawa kimia yang mengakibatkan tidak dapat mengalirkan darah ke semua tubuh. Di samping itu, olahraga berlebihan terhitung dapat membuat aritmia atau problem irama jantung.

“Saya memandang begitu banyak orang berusia 40-an dan 50-an jalankan olahraga bersama intensitas tinggi, ungkap Judith S. Hochman, MD selaku direktur Pusat Penelitian Klinis Kardiovaskular di NYU Langone Medical Center. Dia menyarankan, saat jalankan olahraga, siapa saja sebaiknya berlaku bijaksana bersama memahami kemampuan tubuh masing-masing.

7. Konsumsi alkohol berlebihan

Penelitian tunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol terlampau banyak dapat membahayakan kesehatan. Konsumsi alkohol secara berlebihan di antaranya sudah dikaitkan bersama risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi (hipertensi), persentase lemak darah tinggi, dan gagal jantung. Selain itu, kalori ekstra dari alkohol dapat membuat menambahkan berat badan, ancaman bagi kebugaran jantung.

Sumber https://health.kompas.com