Masalah Sakit Pinggang Sering Terjadi, Harus Perhatikan Posisi Tidur Agar Nyaman Beristirahat

Masalah sakit pinggang atau dalam medis dikenal low back pain mampu dialami siapa saja. Tak hanya orang lanjut usia, tetapi juga anak-anak muda yang kerap duduk benar-benar lama, membungkuk, dan mengangkat barang berat.

Kalau udah terlihat nyeri pinggang, alam bawah tahu kami seakan segera memberikan perintah untuk segera rebahan dan tidur. Memutuskan untuk tiduran sesungguhnya jadi cara cepat untuk meredakan nyeri pinggang.

Posisi tidur khusus diketahui mampu menanggulangi sakit pinggang. Namun jangan sembrono tidur, jika posisi tidak sesuai bukan tak bisa saja sakit pinggang kambuh atau nyerinya tambah parah.

Berikut ini adalah posisi tidur nyaman untuk Anda yang tengah mengalami sakit pinggang layaknya dikutip dari KlikDokter.

  1. Telentang

Posisi tidur pertama yang mampu Anda terapkan untuk menanggulangi nyeri pinggang adalah tidur telentang. dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter menyebutkan jika Posisi tidur telentang menyebabkan tulang belakang dalam situasi lurus, agar sesuai bersama anatomi tubuh.

Anda pun jadi terhindari dari nyeri punggung dan nyeri leher,” kata dr. Theresia.

Meski terhindar dari nyeri punggung, posisi tidur telentang mampu berdampak ke perihal lain yang bisa saja mengganggu pasangan atau rekan liga365 sekamar Anda. Posisi lidah “jatuh” ke belakang mampu menyebabkan nada mendengkur hingga memunculkan sleep apnea (gangguan tidur benar-benar berupa situasi pernapasan yang terganggu sementara seseorang tidur).

  1. Telentang bersama menyangga lutut

Saat posisi udah telentang menatap langit-langit, kepala dan leher berada di bantal yang nyaman, lantas anda tinggal tempatkan bantal kecil di bawah lipatan lutut. Untuk perlindungan ekstra, tempatkan bantal di celah antara tubuh dan matras, apabila di punggung bawah.

Posisi telentang bersama menyangga lutut dapat memberikan “berat” secara merata ke seluruh tubuh. Selain itu, posisi ini mampu meminimalkan titik-titik tekanan dan memastikan posisi kepala, leher dan tulang belakang selaras.

  1. Tengkurap

Posisi tidur ini umumnya tidak cukup diminati bagi mereka yang sehat tanpa keluhan nyeri pinggang, gara-gara mampu menyebabkan nyeri leher terhadap keesokan harinya. Meski begitu, bersama tengkurap mampu menahan dan menekan nyeri pinggang.

Bila pilih posisi tengkurap, Anda sebaiknya pilih bantal yang lebih tidak tebal untuk menahan nyeri leher. Selain itu, Anda kudu memasang bantal di bawah perut untuk meminimalkan ekstensi lumbar yakni anggota dari tulang belakang yang berisi lima tulang atau tulang L.

  1. Tidur miring bersama bantal di antara lutut

Posisi tidur paling terkenal adalah tidur miring gara-gara sesungguhnya tawarkan kenyamanan. Namun di balik itu, posisi tidur miring mampu menarik tulang belakang ” keluar” dari posisinya agar menyebabkan punggu anggota bawah mampu jadi tegang.

Untuk melakukan perbaikan perihal tersebut, cukup bersama tempatkan bantal di antara kedua lutut agar kaki anggota atas terangkat. Dengan demikianlah menciptakan kecocokan yang alami dari pinggul, panggul dan tulang belakang. Selain itu, untuk tetap merawat kesejajaran punggung, Anda juga mampu memeluk bantal di dada.

  1. Tidur membungkuk layaknya janin

Posisi tidur selanjutnya untuk mengantisipasi kasus nyeri punggung adalah tidur meringkuk layaknya janin. Posisi ini mampu kurangi nyeri otot.

“Selain nyaman dan bikin tidur nyenyak, posisi ini juga mampu kurangi nyeri otot, terlebih di anggota punggung,” ungkap dr. Theresia.

Tak hanya menanggulangi nyeri, posisi tidur meringkuk juga mampu mendukung orang-orang yang mengalami herniasi diskus atau cedera hernia tulang belakang. Tidur miring bersama lutut melekat di dada kurangi lekukan tulang belakang dan mendukung terhubung persendian.

Setelah udah tahu posisi tidur terbaik, selanjutnya adalah pilih bantal yang nyaman untuk tidur Anda. Bantal yang mampu dipilih layaknya bantal memory foam, namun untuk kasur mampu pilih model kasur ortopedi. Apabila nyeri tak kunjung hilang dan rasa sakitnya bertambah, segera bikin janji konsultasi bersama dokter spesialis.

Sumber https://www.liputan6.com