Menkes Budi Yakin 150-175 Juta Orang Bakal Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan RI yakin sekitar 150 sampai 175 juta orang Indonesia pasti sudah dapat jatah vaksinasi COVID-19 pada Desember 2021. Perhitungan tersebut ditinjau dari kecepatan penyuntikan dan kedatangan vaksin yang sudah banyak.

“Kita telah capai lebih berasal dari 100 juta dosis suntikan. Kalau saya lihat, 50 juta dosis berikutnya, jadi total jadi 150 juta dosis itu lebih kurang (tercapai) di minggu pertama September, ya dalam pas 5 minggu,” kata Budi Gunadi pas acara Wealth Class – How To Live With COVID-19 In The Long Run baru-baru ini.

“Melihat seperti ini, ada akselerasi vaksinasi. Diperkirakan akhir Desember 2021, selayaknya telah hingga mendekati 300 juta dosis suntikan berasal dari obyek 400-an juta dosis.”

Perhitungan ketercapaian 300 juta dosis suntikan tersebut, menurut Budi Gunadi Sadikin setara bersama dengan 150-175 juta orang yang divaksinasi. Capaian vaksinasi nasional pun diprediksi lebih berasal dari 70 persen.

“Harusnya hitung-hitungan kita ya di atas 150 juta, antara 150-175 juta orang yang divaksinasi atau telah lebih berasal dari 70 prosen populasi Indonesia,”

“Kalau capaian vaksinasi 70 prosen berasal dari populasi kan 70 prosen dikali 208 juta obyek vaksinasi. Itu lebih kurang 160 juta orang. Feeling (perkiraan) saya di akhir Desember mungkin, Insha Allah antara 150-175 orang telah divaksin.”

Perihal obyek 2 juta suntikan per hari sebagaimana arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Budi Gunadi Sadikin terhitung pertimbangkan optimis tercapai.

“Kita telah nyundul-nyundul angka 1,7 suntikan (per hari). Ini pengalaman kita soal sistem komunikasi kita kan belum ideal gitu ya. Terkadang nyuntik hari ini, dimasukin ke sistemnya tercatat 5 hari ke depan,” terangnya.

“Angka vaksinasi terhitung tetap bergerak. Sekarang telah agak stabil pergerakannya. Feeling saya yang 1,7 suntikan beberapa hari lalu, selayaknya telah dekat ke 2 juta.”

Lebih lanjut, Menkes Budi mengatakan, pergerakan vaksinasi selamanya dipantau. Kalau dilihat, misalnya, hari Kamis, Jumat normal, Sabtu turun, Minggu rendah 300.000. Kemudian hari Senin menjadi naik.

“Lalu Selasa, Rabu paling tinggi. Kita memandang lajunya berasal dari Senin ke Senin atau yang Selasa ya berasal dari Selasa ke Selasa. Ya, jikalau kita telah agen judi slot online hingga di atas 2 juta suntikan per hari, selayaknya is pretty aman (cukup aman),” pungkasnya.

Lalu, suntikan 50 juta dosis vaksin diperkirakan akan selesai pada awal minggu bulan September 2021. “Total vaksin yang telah disuntikan 123 juta dosis, jikalau memandang pace-nya seperti ini dan ada akselerasi diperkirakan di akhir Desember selayaknya telah mendekati 300 juta dosis berasal dari obyek 400 jutaan, selayaknya hitungan kita di atas 150 juta orang,” kata Budi, dalam diskusi Wealth Wisdom yang disiarkan Katadata, Sabtu (18/9/2021).

“150-175 juta orang atau telah lebih berasal dari 70 prosen berasal dari obyek populasi kita. Karena 70 prosen berasal dari obyek populasi, 70 prosen kali 200 juta, yakni lebih kurang 140 juta. Feeling saya di akhir Desember sanggup kena antara 150-170 juta orang yang divaksin,” sambungnya. Budi menyinggung prediksi keliru satu majalah yang menjelaskan vaksinasi di Indonesia dapat selesai dalam kurun pas 10 tahun, lantaran cakupan vaksinasi hanya capai 100.000 per hari. Ia menjelaskan, keliru satu masalah dalam pelaksanaan vaksinasi adalah ketersediaan stok vaksin. “Kenapa kita sanggup hanya 100.000 per hari? Karena kita hanya kebagian 3 juta dosis. 3 juta bagi 30 hari kan 100.000,” ujarnya.

Sumber https://www.liputan6.com

Kenali efek samping vaksin Covid-19

Sejak munculnya virus Corona baru varian Delta membuat virus tersebut semakin mudah menular. WHO (World Health Organization) juga menetapkan bahwa varian Delta tersebut masuk ke dalam kategori varian yang mengkhawatirkan (variant of concern).  Atas dasar itulah pemerintah semakin gencar dalam melakukan proses vaksinasi demi membentuk herd imunity. Namun perlu diketahui bahwa pemberian vaksin tersebut juga menimbulkan  efek samping vaksin Covid-19.

Jenis-jenis dan efek samping vaksin Covid-19

Sampai saat ini jenis vaksin yang diberikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia sangatlah bermacam-macam. Tentunya pemberian vaksin tersebut disesuaikan dengan jumlah stok serta tingkat usia penerima vaksin. Berikut beberapa jenis vaksin yang digunakan beserta dengan efek samping yang ditimbulkan:

  1. Sinovac

Merupakan jenis vaksin pertama yang digunakan di Indonesia. Sinovac sendiri merupakan vaksin produksi China yang isinya berupa https://slotjokerliga365.com virus corona yang sudah mati. Virus yang telah dimatikan tersebut kemudian akan merangsang tubuh untuk menghasilkan antibody yang dapat menjaga tubuh dari paparan virus.

Adapun efisiensi penggunaan vaksin Sinovac dalam mencegah virus adalah sebanyak 65,3 persen. Efek samping yang ditimbulkan juga cukup ringan, mulai dari demam, terasa lelah, hingga nyeri di bagian bekas suntikan.

  • Moderna

Jenis vaksin Covid-19 selanjutnya yang digunakan adalah Moderna. Vaksin ini memiliki efikasi hingga 94,1 persen jika disuntikkan pada orang dengan usia 18-65 tahun. Dan efikasinya menjadi 86,4 persen jika disuntikkan kepada orang yang berusia diatas 65 tahun.

Karena jumlah efikasinya yang tinggi, pada  umumnya vaksin ini banyak diberikan kepada para tenaga kesehatan sebagai booster atau suntikan ketiga. Sedangkan efek samping yang ditimbulkan adalah sakit kepala, pembengkakan, nyeri, hingga rasa nyeri.

  • AstraZeneca

Berdasarkan data yang diperoleh dari WHO, vaksin produksi Inggris ini memiliki efikasi sebesar 63,09 persen. Vaksin AstraZeneca akan memicu respons imun yang terbiat dari hasil rekayasa genetika. Cairan vaksin akan masuk ke dalam tubuh yang akan sel-sel imun dan antibodi untuk melawan patogen.

Sedangkan efek samping vaksin Covid-19 yang ditimbulkan setelah penyuntikan vaksin AstraZeneca masih dalam kategori sedang. Diantaranya seperti sakit kepala, nyeri sendi atau otot, sakit kepala, gatal di area suntikan, demam hingga menggigil.

  • Pfizer

Setelah pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM akhirnya vaksin Pfizer akan digunakan di Indonesia. Vaksin buatan Amerika tersebut memiliki efikasi sebesar 100 persen jika digunakan untuk rema usia 12 sampai 15 tahun. Sedangkan untuk remaja berusia di atas 16 belas tahunmencapai 95,5 persen.

Vaksin ini diberikan sebanyak dua kali injeksi dengan jarak penyuntikan sekitar 3 minggu dari penyuntikan pertama. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan vaksin Pfizer meliputi demam, sakit kepala, perasaan lelah, sampai nyeri otot. Reaksi tersebut juga akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

  • Sinopharm

Mirip dengan Sinovac, vaksin Sinopharm juga diproduksi oleh China dan mengandung virus corona yang telah dimatikan. Adapun tingkat efikasi yang dimiliki Sinopharm mencapai 79,34 persen.

Selain itu cara kerja yang dimiliki juga sama dengan Sinovac yakni merangsang daya tahan tubuh untuk memproduksi antibodi agar kebal terhadap virus. Efek samping yang ditimbulkan meliputi diare, sakit kepala, nyeri otot, kemerahan sampai batuk. Nah itulah beberapa vaksin covid-19 yang banyak digunakan di Indonesia. Setiap jenis vaksin memang memiliki efek samping sendiri-sendiri. Namun tidak perlu khawatir karena efek samping vaksin Covid-19 tersebut hanya akan dialami beberapa hari saja dan tidak berlangsung lama.