Bagaimana Mengetahui TDS Air Minum yang Layak

Air minum pastinya merupakan kebutuhan yang sangat penting tersedia untuk kebutuhan mineral tubuh kamu, tentunya tds air minum yang layak akan memengaruhi kesehatan tubuh yang jauh lebih baik pula dan sebaliknya air minum yang tak layak dikomsumsi akan menimbulkan berbagai macam penyakit.  

Lalu bagaimanakah tds air minum yang layak

1. Berdasarkan aspek air minum yang baik :

  • Air yang tidak berbau
  • Tidak berwarna
  • Tidak  berasa.

2. Standar kandungan padatan yang terlarut dalam air minum menurut WHO :

  • Kurang 300 mg/l kualitas air  sangat baik
  • 300 – 600 mg/l  kualitas air baik
  • 600 – 900 mg/l kualitas air bisa di minum
  • 900 – 1200 mg/l kualitas air buruk
  • Lebih dari 1200 kualitas air berbahaya

Menurut WHO sebaiknya tds air minum yang layak di atas 100 mg/l atau ppm, meskipun tds dibawah 100 mg/l atau ppm masih masih di minum tetapi kurang bervitamin bagi tubuh kamu.

3. Berikut parameter uji yang harus dilakukan oleh minuman kemasan menurut SNI 01-355-2006, air kemasan juga  terbagi menjadi dua yaitu :  

NoParameterSatuanPersyaratan  Air MineralPersyaratan Air Demineral
1BauTidak berbauTidak berbau
Rasa NormalNormal
WarnaUnit Pt.CoMaksimal 5Maksimal 5
2Ph6,0 – 8,55,0 – 7,5
3KekeruhanNTUMaksimal 1,5Maksimal 1,5
4Zat terlarut  mg/lMaksimal 500Maksimal 10
5Total organik karbonMg/l Maksimal 0,5

Bagaimana cara pengolahan air

Pengolahan air menurut sumbernya ada 2, yaitu pengolahan air sumur dan pengolahan air sungai

  1. Pengolahan air sumur

Air sumur memang bisa digunakan untuk konsumsi namun karna air sumur merupakan air dangkal sehingga sebelum di konsumsi harus diolah untuk menjadi tds air minum yang layak tentunya. Cara pengolahan air sumur untuk menjadi air minum yaitu air dipompa yang kemudian di live casino campurkan dengan larutan kaporit dan larutan klorin yang kemudian akan di alirkan ke tangki reaktor. Kemudian air dari tangki reaktor akan di alirkan pada saringan pasir yang berguna untuk menyaring oksida, mangan, dan besi. Setelah itu air akan dialirkan ke filter mangan zeolite yang berguna untuk menghilangkan zat besi ataupun kaporit.

  • Pengolahan air sungai

Di beberapa daerah Indonesia masih banyak air sungai yang sangat bersih yang dapat kamu temui, namun tetap saja untuk untuk menjadi air minum yang layak di konsumsi tentunya air sungai perlu di olah secara khusus. Biasanya air sungai di proses dengan cara air sungai akan di tamping ke sebuah bak penampungan yang sudah di beri saringan kasar. Kenapa diberikan saringan besar hal ini di karenakan untuk memisahkan partikel – partikel yang tidak di butuhkan. Setelah itu air dialirkan ke bak penampungan lainnya yang kemudian akan di berikan tawas dan klor. Kemudian air akan dipanas kan dengan suhu tinggi dan air tersebut sudah boleh dikonsumsi.

Apa dampak mengkonsumsi air minum tanpa mineral

Air minum hasil penyulingan tanpa mineral yang diolah menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) menurut WHO dapat menyebabkan beberapa hal berikut ini bagi tubuh:

  • Kurangnya kemampuan tubuh memproduksi darah.
  • Kurangnya kadar magnesium (Mg) mengganggu peredaran darah sehingga. menyebabkan serangan jantung.
  • Sering buang air kecil.
  • Saraf tidak optimum karna kekurangan kalium dalam badan.
  • produksi keringat berlebih, sesak nafas, sembeli, menurunnya daya tahan tubuh, karna kurangnya kalsium (Ca).

Tentunya jika mengkonsumsi air minum yang kayak akan membuat tubuh kamu jauh lebih sehat, contohnya akan menjaga kesehatan tulang,meningkatkan imun, merawat jantung dan yang lain – lainnya.

Pesan WHO kepada Kegiatan Masyarakat Kembali Sama Seperti Sebelum Pandemi

WHO atau Badan Kesehatan Dunia meninjau pergerakan kegiatan masyarakat di Bali dan Jawa. Pada minggu ini, WHO meninjau bahwa terjadi peningkatan kegiatan masyarakat ke sektor pusat pembelanjaan dan wisata yang sudah situasi yang sama seperti sebelum pandemi pada tanggal 3-6 Januari 2020.

Peningkatan kegiatan yang paling terlihat di sektor perbelanjaan dan rekreasi di empat provinsi di Pulau Jawa.

“Peningkatan mobilitas paling mencolok terlihat sektor perbelanjaan dan rekreasi, khususnya di Banten,  Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, di mana level mobilitas prapandemi telah mencapai puncaknya pada 27 Agustus 2021,” tulis WHO.

Bila ditinjau berdasarkan data Google Mobility Reports per 18 September 2021 terjadi kenaikan kegiatan masyarakat Jawa Barat dari rumah ke toko perlengkapan sehari-hari, pasar, dan farmasi sebesar 26 persen. Hal yang sama juga terjadi di Jawa Tengah sebesar 24 persen, Jawa Timur 24 persen dan Banten 17 persen.

Mengenai peningkatan mobilitas masyarakat di beberapa titik WHO mengingatkan supaya pemerintah membuat rumusan rencana konkret dalam bersiaga dan mengurangi kemungkinan terjadinya penularan infeksi COVID-19.

“Serta menyediakan mitigasi kesehatan bila ada kenaikan kapasitas pasien di tingkat nasional dan daerah,” kata WHO.

Kata Pakar soal Mobilitas yang Meningkat

Mengenai peningkatan mobilitas, epidemiolog Masdalina Pane mengatakan hal tersebut terjadi sekitar satu bulan belakangan.

“Sebenarnya pergerakan masyarakat itu bukan satu dua hari ini saja. Jadi, kalau kita pantau mobilisasi masyarakat itu telah berjalan satu bulan. Sudah berjalan normal judi slot online seperti tanpa ada pandemi,” kata wanita yang juga Kepala Bidang Pengembangan PAEI atau Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Masdalina, melanjutkan jika  pandemi COVID-19 tetap dikontrol sebenarnya tidak akan merusak kenyamanan dalam aktivitas pendidikan, kehidupan sosial dan perekonomian jika dilakukan secara tepat dan sistematis.

“Sebenarnya pengendalian wabah itu kalau dia targeted dan sistematis, sebenarnya dia tidak akan mempengaruhi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa targeted dan sistematis artinya intervensi yang dilakukan hanya pada kasus yang tepat, bukan semua orang diintervensi.

“Misalnya ada kasus konfirmasi, satu ketemu dicari kontak dekatnya kemudian yang positif diisolasi yang kontak dekat dikarantina kemudian dipantau selama 14 hari,” ungkapnya.

Jika sudah 14 hari, orang tersebut dapat kembali ke lingkaran kehidupan normal. Sedang, orang lain yang bukan kasus kontak erat, bukan konfirmasi maka tetap bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Meskipun PPKM tetap dilaksanakan, pemerintah telah mencabut beberapa pembatasan pergerakan sejak 26 Juli. Selanjutnya mobilitas masyarakat meningkat,” tulis WHO dalam catatan laporannya, yang dikutip pada Jumat (20/8/2021). Peningkatan mobilitas, kata WHO, terjadi di stasiun transit, tempat ritel, dan tempat rekreasi di provinsi di Jawa dan Bali. Terutama di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Lantas, menurut WHO, situasi kenaikan kegiatan tersebut sama seperti sebelum pandemi Covid-19. “Yang utama di stasiun transit dan area ritel dan rekreasi di semua provinsi di Jawa dan Bali. Peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di ritel dan rekreasi diamati, khususnya di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, di mana tingkat mobilitas pra-pandemi telah tercapai,” kata WHO. Untuk itu, WHO menyarankan pemerintah supaya cepat bertindak untuk mencegah terjadinya kenaikan kasus Covid-19.

Sumber https://www.liputan6.com